Sudah sekian lama isu tak pantas terdengar telinga itu tenggelam
Tanpa rasa malu dan permisi
Kini kembali muncul ke permukaan
Dengan titah menuai sejarah hitam
Hitungan detik nama-nama tercatat di batu nisan
Hati ini tak tega mengalkulasi
Potongan-potongan tubuh mencari siapakah aku?
Dimana jiwaku?
Dimana kedua tanganku?
Dimana kedua kaki dan mataku?
Kenapa tak bosan-bosan kau gorok leher negriku?
Ditengah gerilya perdamaian
Tanpa nyali kau mengendap-endap membawa lukisan darah
Kanvas bermerkkan Marriot dan Rylcthon kau persiapkan
Dengan kuas dosa kau rangkai bom nuklir tak bersegel
Biadab.....
Bisanya engkau sembunyi dibalik tirai
Mati saja mencari kawan
Kau tak punya nurani
Hei...Pengecut negriku
Mana jiwa kemanusiaanmu
Cerdas menipu buat apa?
Cerdas membunuh buat apa?
Cerdas tak bermoral
Puaskah engkau menggali kuburmu sendiri
Dengan timbangan berat kekiri atas janji neraka
Ingatlah...kau bukan Tuhan
Proyekmu tak menggoyahkan Negriku
Ia tonggak ketegaran
Ia tonggak kesabaran
Indonesiaku bukan pengecut
Ia bukan kau?
Pengecut ulung
Keparat...
Wednesday, July 29, 2009
Indonesiaku bukan pengecut
Nama pengirim puisi:Tria Wulandari
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment